Urutan Wudhu Mazhab Syafii (Wajib Dan Sunnahnya)

tata cara wudhu mahzab syafii

Wudhu adalah salah satu ibadah harus bermaksud menghilangkan hadats kecil & untuk menunaikan sholat, yang sholat wajib maupun sholat sunnah. Seperti ibadah-ibadah lainnya, wudhu pun memiliki rukun-rukun dan sunnah-sunnahnya. Dalam bab ibadah atau fikih khususnya, para imam mazhab sudah menciptakan buku buat mengerjakannya. Apabila terdapat pertanyaan pribadi mencontoh Rasulullah SAW atau mengikuti ibadah menggunakan mazhab? Entah itu mazhab Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i, & Imam Hambali.

Pertanyaan tadi maka seharusnya kita kembalikan dalam kita sendiri?, bisakah kita beribadah langsung mencontoh Rasullah menggunakan hadits-haditsnya?. Jawabannya tentu tidak,

Masa Rasullah telah jauh pada belakang kita, kita nir bisa melihat Rasulullah pada beribadah, wudhu khususnya. Kita pula tidak bisa bertanya pada para sahabat Rasulullah SAW & tabi’in dan tabiun tabi’in.

Bukankah terdapat hadits untuk memberitahuakn mengenai bagaimana ibadah, wudhu khususnya?, apabila kita membaca hadits apakah kita memahami mana yg sahih mana yg nir?. Sahih yg berlabel Bukhari / Muslim? Tentu saja itu sahih. Yang perlu diketahui merupakan Imam Bukhari dan Imam Muslim tidak sampai pada keilmuan para Imam mazhab, yg 4 terkenal pada atas sehingga nir dapat membuat mazhab.

mazhab adalah adalah menentukan / pilihan, maka model jika mazhab Syafi’i merupakan pilihan Imam Syafi’i pada merogoh menurut Qur’an & hadits buat ibadah, jika belum ditemukan maka ia berijtihad. Misalnya pada hal bissmillah, mazhab Syafi’i adalah di jahrkan dalam sholat Subuh, Magrib, & Isya’ maka dalam mazhab Maliki contohnya merupakan dengan cara dibaca pada hati (pelan). Jika kita tidak mengambil dari galat satu mazhab lantas bagaimanakah kita menerapkan dalam ibadah sedang kita lebih dekat pada ndeso dan ketidaktahuan & mazhab ke 4 imam merupakan bersanad yang keilmuan dan hafalannya tersambung hingga ke Rasulullah. Semoga Allah menambah keimanan, keilmuan, dan memperbagus akhlak kita, aamiin ya Rabb.

Kembali dalam bab wudhu, dalam mazhab Syafi’i pengerjaan pengerjaannya sebagai berikut:

Selengkapnya Baca: Tata Cara Wudhu Mazhab Syafi’i

1 Niat Wudhu (wajib )

Dapat dilakukan dengan melafalkan juga dalam hati.

Dua Berdoa sebelum wudhu (sunnah)

Latin: “A’uudzubika min hamazaatisy syayathiini wa ‘auudzubika rabbian yahdluruuni.”

3 Membasuh Kedua Telapak Tangan (Sunnah)

4 Berkumur-Kumur Dan Memasukkan Air Ke Hidung (Sunnah)

5 Membasuh Wajah (Wajib)

Batasnya adalah ketua bagian depan meliputi, dahi pelipis berbatasan telinga hingga dagu (termasuk jenggot apabila tebal buat menselai dengan jari).

6 Membasuh Kedua Tangan Sampai Siku (Wajib)

Membasuhnya secara merata dimulai berdasarkan kanan kemudian kiri.

7 Menyapu Kepala (Wajib)

Jika menyapunya meski sedikit walau beberapa helai telah mencukupi (sah).

8 Membasuh Telinga (Sunnah)

Menyela-selai keduanya dengan air yang baru berdasarkan air kepala lebih baik.

9 Membasuh Kedua Kaki (Wajib)

Membasuh merata hingga pada kedua mata kaki.

Sunnah lainnya dalam wudhu merupakan dengan:

Membaca bissmillah

Membasuhnya 3X sapuan

Dan menggunakan bersiwak sebelumnya

Semoga artikel ini bisa memberi sedikit tambahan ilmu maupun untuk mengingat tentang wudhu yang barang kali terdapat yang terlupa.

Sumber:

Ceramah Ustadz Adi Hidayat

Genesia.Net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *